Makalah Nikah Mut'ah - Munakahat


PEMBAHASAN

NIKAH MUT'AH
A. Pengertian Nikah Muth'ah
Nikah muth'ah adalah ikatan seeorang laki-laki dengan seseorang perempuan dalam batas waktu tertentu dengan upah tertentu pula.
Menurut imam-imam madzhab di dalam kitab mereka, nikah muth'ah adalah pernikahan dengan batasan waktu baik waktunya sudah diketahui atau tidak, kurang lebih lamanya waktu adalah sampai empat puluh lima hari, kemudian nikah itu naik dengan mengganti batas waktu tersebut dengan batasan satu kali haidh atau dua kali haidh pada wanita yang haidh. Dan selama 4 bulan 10 hari pada wanita yang ditinggal mati suaminya, dan hukum nikah tersebut bahwasanya tidak ditetapkan mahar tanpa syarat baginya, dan tidak ditetapkan nafkah baginya, dan tidak ada waris-mewaris, tidak ada I'ddah kecuali meminta lepas menurut yang ia ingat, dan tidak ditetapkan nasab.
Dari definisi tersebut bahwasanya perkawinan yang seperti ini terjadi kontradiksi terhadap arti nikah sesungguhnya. Bahwa nikah itu adalah suatu ikatan yang kuat dan perjanjian yang teguh yang ditegakkan di atas landasan niat untuk bergaul antara suami istri dengan abadi supaya memetik buah kejiwaan yang telah digariskan Allah dalam al-qur'an yaitu ketentraman, kecintaan, dan kasih sayang. Sedangkan tujuan yang bersifat duniawi adalah demi berkembangnya keturunan dan kelangsungan hidup manusia. Seperti Firman Allah :
والله جعل لكم من انفسكم ازواجا وجعل لكم من ازواجكم بنين وحفدة (النحل : )
Artinya :
Allah telah menjadikan jodoh bagimu dari jenismu sendiri (laki-laki dan perempuan), dan dari perjodohanmu itu anak-anakmu. (An-nahl : 76)
يايهاالناس اتقوا ربكم الذى خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهارجالا كثيرا ونساء (ألنساء :1 )
Artinya :
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (An-nisa' : 1)
B. Tharikh nikah Muth'ah
Nikah muth'ah pernah diperbolehkan oleh Rasulullah sebelum stabilitasnya syari'at islam, yaitu diperbolehkannya pada waktu berpergian dan peperangan. Akan tetapi kemudian diharamkan.
Rahasia diperbolehkan nikah muth'ah waktu itu adalah karena masyarakat islam pada waktu itu masih dalam transisi (masa peralihan dari jahiliyah kepada islam). Sedang perzinaan pada masa jahiliyah suatu hal yang biasa. Maka etelah islam datang dan menyeru pada pengikutnya untuk pergi berperang. Karena jauhnya mereka dari istri mereka adalah suatu penderitaan yang berat. Sebagian mereka ada yang kuat imannya dan adapula yang sebagian tidak kuat imannya. Bagi yang lemah imannya akan mudah untuk berbuat zina yang merupakan sebagai berbuatan yang keji dan terlarang. Dan bagi yang kuat imannya berkeinginan untuk mengkebiri dan mengipoternkan kemaluannya. Seperti apa yang dikatakatan oleh Ibn Mas'ud :
عن بن مسعود قال : كنا نغزوا مع رسول الله صام وليس معنا نساء فقلنا : ألا نستخصى؟ فنهانا رسول الله صام عن ذالك. ورخص لنا ان ننكح المرأة الثوب إلى أجل.
Artinya :
Dari mas'ud berkata : waktu itu kami sedang perang bersama Rasulullah SAW dan tidak bersama kami wanita, maka kami berkata : bolehkah kami mengkebiri (kemaluan kami). Maka Raulullah SAW melarang kami melakukan itu. Dan Rasulullah memberikan keringanan kepada kami untuk menikahi perempuan dengan mahar baju sampai satu waktu.
Tetapi rukhshah yang diberikan nabi kepada para shabat hanya selama tiga hari setelah itu Beliau melarangnya, seperti sabdanya :
وعن سلمة بن الأكوع قال : رخص رسول الله صلى الله عليه وسلم عام أوطاس فى المطعة, ثلاثة أيام, ثم نهى عنها (رواه مسلم )
Artinya :
Dari Salamah bin Akwa' berkata : Rasulullah SAW memberikan keringanan nikah muth'ah pada tahun authas (penaklukan kota Makah) selama 3 hari kemudian beliau melarangnya (HR Muslim)
Dari hadis Salamah ini memberikan keterangan bahwasanya Rasulullah pernah memperbolehkan nikah muth'ah kemudian melarangnya dan menasah rukhshah tersebut. Menurut Nawawi dalam perkataannya bahwasanya pelarangannya dan kebolehannya terjadi dua kali, kebolehannya itu sebelum perang khaibar kemudian diharamkannya dalam perang khaibar kemudian dibolehkan lagi pada tahun penaklukan Makah (tahun Authas), setelah itu nikah muth'ah diharamkan selama-lamanya, sehingga terhapuslah rukhshah itu selama-lamnya. Seperti dalam hadis Rasulullah SAW :
وعن علي رضي الله تعالى عنه قال : نهى رسول الله صام عن المتعة عام خيبر (متفق عليه)
Artinya :
Dari Ali ra. berkata : Rasulullah melarang nikah muth'ah pada tahun Khaibar.
وعن ربيع بن سبورة, عن أبيه رضي الله عنه, أن رسول الله صام قال : إنى كنت أذنت لكم الإستمناع من النساء, وإن الله قد حرم ذلك إلى يوم القيامة (أخرجه مسلم وأبو داود والنساء وأحمد وابن حبان)
Artinya :
Dari Rabi' bin Saburah, dari ayahnya ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya aku telah memberikan izin kepadamu untuk memintak muth'ah dari wanita, dan sesungguhnya Allah SAW telah mengharamkan itu sampai hari kiamat (HR Muslim, Abu Daud, Nasai', Ahmad, dan Ibn Majah)
C. Pendapat Para Ulama' Tentang hukum Nikah Muth'ah
1. Jumhur Ulama'
Kebanyakan dari para shahabat dan semua Ulama'-Ulama' fiqih mengharamkan nikah muth'ah berdasarkan hadist Rasulullah yang mutawatir tentang pengharaman nikah tersebut. Yang menjadi ikhtilaf dikalangan mereka adalah waktu pengharaman nikah muth'ah. Dari ebagian riwayat yang mengharamkannya pada perang khaibar, ada yang sebagian pada penaklukan Makah, ada yang sebagian pada waktu perang Tabuk, ada yang sebagian pada haji wada', ada yang sebagian pada umrah qadha' dan ada sebagian pada waktu tahun Authas.
2. Ibn Abbas
Yang telah terkenal bahwasanya Beliau menghalalkan nikah muth'ah. Ibn Abbas ini mengikuti pendapat dari ahli Makah dan Ahli Yaman, mereka meriwayatkan bahwasanya Ibn Abbas dalam Firman Allah :
فَمَااسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَأُتُوْهُنَّ أُجُوْرَهُنَّ فَرِيْضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ (النساء : )
Artinya :
Maka istri-istri yang telah kamu ni'mati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagaian sebagai kewajiban dan tiada dosa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar. (An-nisa' : 24)
Dan pada suatu huruf darinya (ibn Abbas) sampai batas waktu yang ditentukan, diriwayatkan darinya sesungguhnya dia berkata : "muth'ah (bersenang-senang terhadap istri) tidak lain adalah rahmat dari Allah Azza Wa Jalla, Dia telah memberikan rahmat kepada umat Muhammad SAW berupa muth'ah, dan Umar tidak melarangnya karena dalam keadaan terpaksa takut untuk zina kecuali bagi yang impoten. Dan ini diriwayatkan dari Ibn Abbas rawi darinya Jarih, Umar, dan Ibn Dinar. Dari Atha' ia berkata : saya mendengar jabir bin Abdillah berkata : kami melakukan nikah muth'ah sejak masa Rasulullah kemudian kepemimpinan Abu Bakar, dan setengah dari kepemimpinan Umar kemudian setelah itu Umar melarang muth'ah kepada semua manusia (umat muslim).
D. Pendapat Pemakalah Tentang Hukum Nikah Muth'ah
Kami sebagai pemakalah menetapkan bahwasanya hukum melakukan nikah muth'ah adalah "haram". Karena dari sejarah nikah muth'ah (asbab al-furud) sudah jelas. Pertama-tama nikah muth'ah diperbolehkan pada perang penaklukan kota Makah dan perang Khaibar, tapi setelah itu Rasulullah melarang nikah muth'ah atau menasakh rukhshahnya selama-lamanya sampai hari kiamat. Maka dari itu kesimpulannya bahwa nikah muth'ah itu "haram" selama-lamanya.
Menurut kami nikah muth'ah itu seperti pelacuran atau seks komersial pada saat sekarang ini. Seseorang datang, memesan, dan melakukan hubungan seks, setelah itu membayar, dan pulang. Jadi barang siapa melakukan nikah muth'ah sama juga melakukan perzinaan walaupun dalam keadaan terpaksa.
من استمنع من النساء فزنى
"Barang siapa yang melakukan muth'ah maka ia telah berzina"

Makalah Fiqih Muamalah - Pengertian Wakaf

Berikut ini adalah makalah mata kuliah Fiqih Muamalah tentang Wakaf, Makalah ini pernah dipresentasikan di STAI Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian Kab. Rokan Hulu.


BAB  I
PENDAHULUAN

PENGERTIAN  WAKAF

Menurut  bahasa  wakaf  berasal  dari  waqf  yang  berarti  radiah  (terkembalikan),  al-tahbis  (tertawan)  dan  al-man’u  (mencegah).

Sedangkan  menurut  istialah  yang  dimaksud  dengan  wakaf  sebagaimana  yang  didefinisikan  oleh  para  ulama  adalah  sebagai  berikut:

1.  Muhammad  al  Syarbini  al  Khatib  berpendapat  bahwa  yang  dimaksud
     dengan wakaf  ialah   “Penahanan  harta  yang  memungkinkan  untuk
     dimanfaatkan disertai  dengan  kekalnya  zat  benda  dengan  memutuskan
     (memotong) tasharruf  (penggolongan)  dalam  penjagaannya  atas  Mushrif
     (pengelola)  yang  dibolehkan  adanya.”
  1. Imam  Taqiy  al  Din  Abi  Bakr  bin  Muhammad  al  Husaini  dalam  kitab  Kifayat  al  Akhyar  berpendapat  bahwa  yang  dimaksud  dengan  wakaf  adalah  “Penahanan  harta  yang  memungkinkan  untuk  dimanfaatkan  dengan  kekalnya  benda  (zatnya),  dilarang  untuk  digolongkan  zatnya  dan  dikelola  manfaatnya  dalam  kebaikan  untuk  mendekatkan  diri  pada  Allah  SWT.”
  2. Ahmad  Azhar  Basyir  berpendapat  bahwa  yang  dimaksud  dengan  wakaf  ialah,  menahan  harta  yang  mungkin  dapat  diambil  orang  manfaatnya  tidak  musnah  seketika,  dan  untuk  penggunaan  yang  dibolehkan,  serta  dimaksudkan  untuk  mendapat  ridha  Allah.
  3. Idris  Ahmad  berpendapat  bahwa  yang  dimaksud  dengan  wakaf  ialah,  menahan  harta  yang  mungkin  dapat  diambil  orang  manfaatnya, kekalnya  zatnya  dan  menyerahkannya  ke  tempat-tempat  yang  telah  ditentukan  syara’,  serta  dilarang  leluasa  pada  benda-benda  yang  dimanfaatkannya  itu.



BAB  II
WAKAF

A.     DASAR  HUKUM  WAKAF

Adapun  yang  dinyatakan  sebagai  dasar  hukum  wakaf  oleh  para  ulama,  Al  Quran  surat  Al  Hajj:  77


Berbuatlah  kamu  akan  kebaikan  agar  kamu  dapat  kemenangan.


Dalam  ayat  lain  yaitu  surat  Ali  Imron:  92,  Allah  berfirman:


Akan  mencapai  kebaikan  bila  kamu  menyedekahkan  apa  yang  masih  kamu  cintai.


Dalam  salah  satu  hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Imam  jama’ah  kecuali  Bukhari  dan  Ibnu  Majah  dari  Abu  Hurairah  ra  sesungguhnya  Nabi  saw  bersabda:





Apabila  mati  seorang   manusia,  maka  terputuslah  pahala  perbuatannya,  kecuali  tiga  perkara:  shodaqoh  jariyah  (wakaf),  ilmu  yang  dimanfaatkan,  baik  dengan  cara  mengajar  maupun  dengan  karangan  dan  anak  yang  sholeh  yang  mendoakan  orang  tuanya.



B.      KETENTUAN-KETENTUAN  WAKAF

Menurut  Ahmad  Azhar  Basyir  berdasarkan  hadits  yang  berisi  tentang  wakaf  Umar  ra  maka  diperoleh  ketentuan-ketentuan  sbb:
1.      Harta  wakaf  harus  tetap  (tidak  dapat  dipindahkan  kepada  orang  lain),  baik  dijualbelikan,  dihibahkan,  maupun  diwariskan.
2.      Harta  wakaf  terlepas  dari  pemilikan  orang  yang  mewakafkannya.
3.      Tujuan  wakaf  harus  jelas  (terang)  dan  termasuk  perbuatan  baik  menurut  ajaran  agama  Islam.
4.      Harta  wakaf  dapat  dikuasakan  kepada  pengawas  yang  memiliki  hak  ikut  serta  dalam  harta  wakaf  sekadar  perlu  dan  tidak  berlebihan.
5.      Harta  wakaf  dapat  berupa  tanah  dan  sebagainya,  yang  tahan  lama  dan  tidak  musnah  sekali  digunakan.

C.     RUKUN  DAN  SYARAT  WAKAF

Syarat-syarat  wakaf:

1.      Wakaf  tidak  dibatasi  dengan  waktu  tertentu  sebab  perbuatan  wakaf  berlaku  untuk  selamanya,  tidak  untuk  waktu  tertentu.  Bila  seseorang  mewakafkan  kebun  untuk  jangka  waktu  10  tahun  misalnya,  maka  wakaf  tersebut  dipandang  batal.

2.      Tujuan  wakaf  harus  jelas,  seperti  mewakafkan  sebidang  tanah  untuk  masjid  dsb.  Apabila  seseorang  mewakafkan  sesuatu  kepada  hukum  tanpa  menyebut  tujuannya,  hal  itu  dipandang  sah  sebab  penggunaan  benda-benda  wakaf  tersebut  menjadi  wewenang  lembaga  hukum  yang  menerima  harta-harta  wakaf  tersebut.

3.      Wakaf  harus  segera  dilaksanakan  setelah  dinyatakan  oleh  yang  mewakafkan,  tanpa  digantungkan  pada  peristiwa  yang  akan  terjadi  di  masa  yang  akan  datang  sebab  pernyataan  wakaf  berakibat  lepasnya  hak  milik  bagi  yang  mewakafkan.  Bila  wakaf  digantungkan  dengan  kematian  yang  mewakafkan,  ini  bertalian  dengan  wasiat  dan  tidak  bertalian  dengan  wakaf.  Dalam  pelaksanaan  seperti  ini,  berlakulah  ketentuan-ketentuan  yang  bertalian  dengan  wasiat.

4.      Wakaf  merupakan  perkara  yang  wajib  dilaksanakan  tanpa  adanya  hak  khiyar  (membatalkan  atau  melangsungkan  wakaf  yang  telah  dinyatakan)  sebab  pernyataan  wakaf  berlaku  seketika  dan  untuk  selamanya.

Rukun-rukun  wakaf  ialah:
1.      Orang  yang  berwakaf  (wakif)
Wakif  mempunyai  kecakapan  melakukan  tabarru,  yaitu  melepaskan  hak  milik  tanpa  imbalan  materi.  Orang  dikatakan  cakap  bertindak  tabarru  adalah  baligh,  berakal  sehat,  dan  tidak  terpaksa.
2.      Harta  yang  diwakafkan  (mauquf)
Harta  wakaf  merupakan  harta  yang  bernilai,  milik  waqif  dan  tahan  lama  untuk  digunakan.  Harta  wakaf  dapat  berupa  uang  yang  dimodalkan,  berupa  saham  pada  perusahaan  dsb.    Untuk  harta  yang  berupa  modal  harus  dikelola  sedemikian  rupa  (semaksimal  mungkin)  sehingga  mendatangkan  kemaslahatan  atau  keuntungan.
3.      Tujuan  wakaf  (mauquf’alaih)
Tujuan  wakaf  harus  sejalan  dengan  nilai-nilai  ibadah,  sebab  wakaf  merupakan  salah  satu  amalan  shadaqah  dan  shadaqah  merupakan  salah  satu  perbuatan  ibadah.  Harta  wakaf  harus  segera  dapat  diterima  setelah  wakaf  diikrarkan.  Bila  wakaf  diperuntukkan  membangun  tempat-tempat  ibadah  umum,  hendaklah  ada  badan  yang  menerimanya.
Pada  diskusi  yang  kami  lakukan,  ada  pertanyaan  dari  audien  tentang:
Bagaimana  hukumnya  jika  tujuan  wakaf  itu  dialihkan,  misalnya  awalnya  ditujukan  untuk  membangun  masjid,  tetapi  mengingat  di  daerah  itu  sudah  ada  masjid,  maka  tujuan  waqaf  tadi  dialihkan  untuk  pembangunan  MDA.
Jawaban  kami  adalah  boleh  karena  ditinjau  dari  tujuannya  wakaf  tersebut  masih  digunakan  untuk  kepentingan  syiar  Islam,  untuk  memajukan  pendidikan  Islam  pada  umumnya.  Jadi  tujuannya  masih  ditujukan  untuk  kepentingan  umum  umat  Islam.

4.      Pernyataan  wakaf  (shigat  waqf)
Wakaf  itu  di-shigat-kan,  baik  dengan  lisan,  tulisan,  maupun  dengan  isyarat.  Wakaf  dipandang  telah  terjadi  apabila  ada  pernyataan  wakif  (ijab)  dan  Kabul  dari  mauquf’alaih  tidak  diperlukan.  Isyarat  hanya  boleh  dilakukan  bagi  wakif  yang  tidak  mampu  melakukan  lisan  dan  tulisan.

D.     MACAM-MACAM  WAKAF

Menurut  para  ulama  secara  umum  wakaf  dibagi  menjadi  dua  bagian:
1.      Wakaf  ahli  (khusus)
Wakaf  ahli  disebut  juga  wakaf  keluarga  atau  wakaf  khusus.  Maksud  wakaf  ahli  ialah  wakaf  yang  ditujukan  kepada  orang-orang  tertentu,  seorang  atau  terbilang,  baik  keluarga  wakif  maupun  orang  lain.  Misalnya,  seseorang  mewakafkan  buku-buku  yang  ada  di  perpustakaan  pribadinya  untuk  turunannya  yang  mampu  menggunakan.  Wakaf  semacam  ini  dipandang  sah  dan  yang  berhak  menikmati  harta  wakaf  itu  adalah  orang-orang  yang  ditunjuk  dalam  pernyataan  wakaf.
2.      Wakaf  khairi
Wakaf  khairi  ialah  wakaf  yang  sejak  semula  ditujukan  untuk  kepentingan-kepentingan  umum  dan  tidak  ditujukan  kepada  orang-orang  tertentu.  Wakaf  khairi  inilah  yang  benar-benar  sejalan  dengan  amalan  wakaf  yang  amat  digembirakan  dalam  ajaran  Islam,  yang  dinyatakan  pahalanya  akan  terus  mengalir  hingga  wakif  meninggal  dunia,  selama  harta  masih  dapat  diambil  manfaatnya.

E.     SYARAT-SYARAT  WAKIF

Dalam  wakaf  terkadang  wakif  mensyaratkan  sesuatu,  baik  satu  maupun  berbilang.  Wakif  dibolehkan  menentukan  syarat-syarat  penggunaan  harta  wakaf,  syarat-syarat  tersebut  harus  dihormati  selama  sejalan  dengan  ajaran  agama  Islam.  Misalnya,  seseorang  mewakafkan  tanah  untuk  mendirikan  pesantren  khusus  laki-laki,  syarat  seperti  itu  harus  dihormati  karena  sejalan  dengan  ketentuan-ketentuan  syara’.

Apabila  syarat-syarat  penggunaan  harta  wakaf  bertentangan  dengan  ajaran  Islam,  wakafnya  dipandang  sah,  tetapi  syaratnya  dipandang  batal.  Misalnya,  seseorang  yang  mewakafkan  tanah  untuk  masjid  jami’,  dengan  syarat  hanya  dipergunakan  oleh  para  anggota  perkumpulan  tertentu,  maka  wakafnya  dipandang  sah,  tetapi  syaratnya  tidak  perlu  diperhatikan.

F.     MENUKAR  DAN  MENJUAL  HARTA  WAKAF

Berdasarkan  hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Imam  Bukhari  dan  Muslim  dari  Ibnu  Umar  ra  yang  menceritakan  tentang  wakaf   bahwa  wakaf  tidak  boleh  dijual, diwariskan  dan  dihibahkan. 

Perbuatan  wakaf  dinilai  ibadah  yang  senantiasa  mengalir  pahalanya  apabila  harta  wakaf  itu  dapat  memenuhi  fungsinya  yang  dituju.  Dalam  hal  harta  wakaf  berkurang,  rusak,  atau  tidak  dapat  memenuhi  fungsinya  yang  dituju,  harus  dicarikan  jalan  keluar  agar  harta  itu  tidak  berkurang,  utuh  dan  berfungsi.  Bahkan  untuk  menjual  atau  menukar  pun  tidak  dilarang,  kemudian  ditukarkan  dengan  benda  lain  yang  dapat  memenuhi  tujuan  wakaf.

Ibnu  Qudamah  berpendapat  bahwa  apabila  harta  wakaf  mengalami  rusak  hingga  tidak  dapat  membawa  manfaat  sesuai  dengan  tujuannya,  hendaknya  dijual  saja,  kemudian  harga  penjualannya  dibelikan  benda-benda  lain  yang  akan  mendatangkan  manfaat  sesuai  dengan  tujuan  wakaf  dan  benda-benda  yang  dibeli  itu  berkedudukan  sebagai  harta  wakaf  seperti  semula.

Pada  diskusi  kami  juga  ada  pertanyaan  tentang  bagaimana  jika  masjid  yang  sudah  diwakafkan  itu  dijual  dan  uangnya  digunakan  untuk  membangun  masjid  di  tempat  lain.
Jawaban  kami  adalah  boleh,  mengingat  harta  wakaf  itu  yang  diambil  adalah  nilai  manfaatnya,  jadi  ketika  masjid  itu  sudah  nampak  rusak  dan  tidak  layak  pakai,  boleh  dijual  dan  dibangunkan  masjid  lain  meskipun  di  tempat  yang  berbeda.  Kebolehan  ini  mengingat  fungsi  masjid  itu  masih  untuk  syiar  Islam  dan  kepentingan  umum  umat  Islam.

G.    PENGAWASAN  HARTA  WAKAF

Pada  dasarnya  pengawasan  harta  wakaf  merupakan  hak  wakif,  tetapi  wakif  boleh  menyerahkan  pengawasan  kepada  yang  lain,  baik  lembaga  maupun  perorangan.  Untuk  menjamin  kelancaran  masalah  perwakafan,  pemerintah  berhak  campur  tangan  dengan  mengeluarkan  peraturan-peraturan  yang  mengatur  permasalahan  wakaf  termasuk  pengawasannya.

Untuk  pengawas  wakaf  yang  sifatnya  perorangan  diperlukan  syarat  sbb:
    1. Berakal  sehat
    2. Baligh
    3. Dapat  dipercaya
    4. Mampu  melaksanakan  urusan-urusan  wakaf
     

      Bila  syarat-syarat  tersebut  tidak  terpenuhi,  hakim  berhak  menunjuk  orang
      lain  yang  mempunyai  hubungan  kerabat  dengan  wakif.  Bila  kerabat  juga
      tidak  ada,  maka  ditunjuk  orang  lain.  Agar  pengawasan  dapat  berjalan
      dengan  baik,  pengawas  wakaf  yang  bersifat  perorangan  boleh  diberi  imbalan
      secukupnya  sebagai  gajinya  atau  boleh  diambil  dari  hasil  harta  wakaf.

      Pengawas  harta  wakaf  berwenang  melakukan  perkara-perkara  yang  dapat
      mendatangkan  kebaikan  harta  wakaf  dan  mewujudkan  keuntungan
      -keuntungan  bagi  tujuan  wakaf,  dengan  memperhatikan  syarat-syarat  yang
      ditentukan  wakif.

Jaminan  perwakafan  di  Indonesia  dinyatakan  dalam  Undang-Undang  Pokok  Agraria  No.  5  tahun  1960  Pasal  49  ayat  3  yang  menyatakan  bahwa  perwakafan  tanah  milik  dilindungi  dan  diatur  dengan  peraturan  Pemerintah.





BAB  III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN

Dari  uraian  di  atas  maka  kami  mengambil  kesimpulan  sbb:

Menurut  bahasa  wakaf  berasal  dari  waqf  yang  berarti  radiah  (terkembalikan),  al-tahbis  (tertawan)  dan  al-man’u  (mencegah).
Idris  Ahmad  berpendapat  bahwa  yang  dimaksud  dengan  wakaf  ialah,  menahan  harta  yang  mungkin  dapat  diambil  orang  manfaatnya, kekalnya  zatnya  dan  menyerahkannya  ke  tempat-tempat  yang  telah  ditentukan  syara’,  serta  dilarang  leluasa  pada  benda-benda  yang  dimanfaatkannya  itu.

KETENTUAN-KETENTUAN  WAKAF
1.      Harta  wakaf  harus  tetap.
2.      Harta  wakaf  terlepas  dari  pemilikan  orang  yang  mewakafkannya.
3.      Tujuan  wakaf  harus  jelas  dan  sesuai  dengan  ajaran  agama  Islam.
4.      Harta  wakaf  dapat  berupa  tanah  dan  sebagainya,  yang  tahan  lama  dan  tidak  musnah  sekali  digunakan.

RUKUN  DAN  SYARAT  WAKAF
Syarat-syarat  wakaf:
1.      Wakaf  tidak  dibatasi  dengan  waktu  tertentu 
2.      Tujuan  wakaf  harus  jelas
3.      Wakaf  harus  segera  dilaksanakan  setelah  dinyatakan  oleh  yang  mewakafkan
4.      Wakaf  merupakan  perkara  yang  wajib  dilaksanakan  tanpa  adanya  hak  khiyar  .
Rukun-rukun  wakaf  ialah:
  1. Orang  yang  berwakaf  (wakif)
  2. Harta  yang  diwakafkan  (mauquf)
  3. Tujuan  wakaf  (mauquf’alaih)
  4. Pernyataan  wakaf  (shigat  waqf)

MACAM-MACAM  WAKAF
  1. Wakaf  ahli  (khusus)
  2. Wakaf  khairi

SYARAT-SYARAT  WAKIF
Dalam  wakaf  terkadang  wakif  mensyaratkan  sesuatu,  baik  satu  maupun  berbilang.  Wakif  dibolehkan  menentukan  syarat-syarat  penggunaan  harta  wakaf,  syarat-syarat  tersebut  harus  dihormati  selama  sejalan  dengan  ajaran  agama  Islam. 

MENUKAR  DAN  MENJUAL  HARTA  WAKAF
Berdasarkan  hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Imam  Bukhari  dan  Muslim  dari  Ibnu  Umar  ra  yang  menceritakan  tentang  wakaf   bahwa  wakaf  tidak  boleh  dijual, diwariskan  dan  dihibahkan. 

PENGAWASAN  HARTA  WAKAF
Pada  dasarnya  pengawasan  harta  wakaf  merupakan  hak  wakif,  tetapi  wakif  boleh  menyerahkan  pengawasan  kepada  yang  lain,  baik  lembaga  maupun  perorangan.  Untuk  menjamin  kelancaran  masalah  perwakafan,  pemerintah  berhak  campur  tangan  dengan  mengeluarkan  peraturan-peraturan  yang  mengatur  permasalahan  wakaf  termasuk  pengawasannya.

B.     SARAN

Sebagai  muslim  dan  calon  guru  kita  harus  mengetahui  masalah  wakaf,  apalagi  jika  tempat  kita  mengajar  di  atas  tanah  wakaf.  Agar  kita  bisa  menjaga  kebaikan  itu  sehingga  menjadi  amal  jariyah.


DAFTAR  KEPUSTAKAAN

Ash  Shidiqy,  Hasbi,  2001,  Pengantar  Fiqh  Muamalah,  Semarang:  PT  Pustaka  Rizki  Putra.

Basori,  Karim,  2007,  MuamalatYogyakarta:  Pustaka  Insan  Madani

Karim,  Helmi,  2002,  Fiqh  MuamalahJakarta:  PT  Raja  Grafindo  Persada.

Media Pembelajaran Audio - Makalah


MEDIA AUDIO
I. Pendahuluan
Media audio dapat memberikan beberapa kontribusi yang unik bagi proses belajar mengajar. Belajar mandiri tanpa membaca, praktek berbahasa asing, cerita yang menstimulasi imajinasi dan musik untuk aktivitas fisik adalah sebagian kegiatan yang bisa dilakukan menggunakan audio. Kaset, rekaman dan CD banyak tersedia dan mudah digunakan. Untuk menggunakan media audio secara efektif dibutuhkan pemahaman pada proses mendengar-menyimak dan pemilihan materi pokok yang dituju. Guru dapat menyiapkan materi audio sendiri, dan begitu pula dengan para siswa. Rekaman-rekaman bisa diambil dari praktek kemampuan komunikasi dan oral report (laporan lisan) dan kegiatan lain yang serupa. Dengan mengikuti petunjuk dasar yang benar kita bisa meningkatkan kualitas rekaman.
II. Mengembangkan Kemampuan Mendengar
Guru dapat mengunakan beberapa teknik untuk mengembangkan kemampuan mendengar siswa.
1. Untuk menuntun mereka mendengar, berilah siswa beberapa pertanyaan pendek sebelum mulai, satu atau dua pertanyaan. Kemudian lanjutkan dengan pemberian soal yang lebih panjang dan lebih banyak serta lebih lengkap/kompleks.
2. Memberi petunjuk.
Berilah siswa petunjuk secara individu atau kelompok dengan audio tape. Kemudian evaluasi kemampuan siswa untuk mengikuti petunjuk tersebut.
3. Minta siswa untuk mendengar ide pokok, rincian atau kesimpulan.
Guru membacakan sebuah cerita dan siswa diminta untuk menggambarkan apa yang terjadi. Suruh siswa mendengar ide pokok kemudian menulisnya. Teknik yang sama juga bisa digunakan untuk membuat kesimpulan.
4. Gunakan konteks
Siswa yang lebih muda bisa belajar membedakan makna dari konteks dengan mendengar kalimat-kalimat yang kata-katanya dihilangkan dan kemudian diisi dengan kata-kata yang cocok.
5. Analisa struktur dari penyajian
Siswa dapat diminta untuk menganalisa dan mengorganisir sebuah penyajian/presentasi. Guru bisa menentukan bagaimana sebaiknya mereka bisa melihat ide pokok dan menidentifikasi subtopic.
6. Membedakan antara informasi relevan dan tidak relevan
Setelah menyimak penyajian informasi, siswa diminta untuk mengidentifikasi ide pokok dan kemudian menghitung (dari yang paling banyak sampai paling sedikit) seluruh ide lain yang disajikan. Teknik yang lebih sederhana untuk siswa SD adalah mengidentifikasi kata-kata yang tidak sesuai/relevan dalam kalimat atau tidak relevan dalam paragraph.
III. Format Audio
Pemutar audio dengan pengontrol kecepatan
1.      Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa – peristiwa penting dan baru, masalah – masalah kehidupan dan sebagainya.
Oemar hamalik (1985:125) mengemukakan ”radio is a power full education tool ; Teacher can use it effectively at all educational levels and in nearly all phase of education”.
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa radio merupakan alat pendidikan yang digunakan secara efektif untuk seluruh level dan phase pendidikan.
Keuntungan dari radio sebagai media pendidikan adalah:
a.       Harganya murah
b.      Dapat dipindah – pindah
c.       Dapat mengembangkan imajinasi anak didik
d.      Merangsang partisipasi aktif mendengar.
e.       Dapat mengatasi ruang dan waktu.
f.        Mendorong kreatifitas anak didik.
g.       Dan lain – lain
Kelemahannya diantaranya:
a.       Sifat komunikasi hanya satu arah.
b.      Program radio telah disentralisir

2.      Audio Tape
Keuntungan dari audio tape yaitu bisa merekam sendiri dengan mudah dan ekonomis. Jika sudah tidak digunakan maka bisa dihapus, tidak mudah rusak dan mudah disimpan. Tape yang salah bisa diperbaiki. Ada beberapa batasan dalam proses perekaman suara latar yang tidak diinginkan ikut terekam.
Pita kaset adalah bentuk yang paling banyak digunakan, terdiri atas 2 rol terpasang permanent pada kotak. Dengan pita selebar 1/8 inci terpasang permanent pada rol dan dikemas dalam kotak plastic. Pita kaset digolongkan dari lamanya pita merekam. Contohnya kaset C-60 merekam 60 menit suara, artinya 30 menit setiap sisinya. C-90 merekam 45 menit tiap sisinya. Ukuran tempat kaset pada semua tape recorder sama, dan dapat diputar pada semua tape recorder, Tahan lama, tahan gunjangan dan goresan, dan Perangkat audio yang banyak ditemukan di kelas adalah kaset tape recorder.

3.      Phonograph
Sampai tahun 1980 piringan hitam merupakan format terpopuler dalam memutar rekaman suara atau lagu dan diputar di sekolah-sekolah dan dirumah-rumah. Phonograph bentuknya padat, mudah dibawa dan mudah digunakan serta mudah meletakkan bagian/segmen yang khusus pada rekaman karena anda bisa melihat alur gerak jarum pada phonograph dan bagian-bagiannya dipisahkan oleh pita-pita hitam. Tempat setiap pilihan pada rekaman tersebut biasanya ditandai dengan label dan pelindungan dari debu.
Disamping keuntungannya piringan hitam juga mempunyai keterbatasan diantaranya piringan hitam mudah rusak jika seseorang menjatuhkan jarum pada piringan hitam atau apaun yang bisa merusak permukaannya. Cara penyimpanan yang salah dan terlalu panas dapat menyebabkan piringan hitam melengkung.
4.      Compact Disk
Secara fisik CD berukuran kecil. Musik atau suara-suara lain disimpan dan direkam secara digital dalam ukuran bit, piringan perak tanpa alur seperti pada piringan hitam dapat menyimpan informasi dalam jumlah besar, ukurannya hanya 12 cm (diameter). Beberapa Cd dapat terdiri dari 75 menit musik. Keuntungan dari penggunaan CD adalah tahan terhadap kerusakan. Tidak ada jarum seperti pada phonograph yang bisa merusak permukaannya. Pada pengguna dapat secara cepat menentukan pilihan pada CD dan memainkan bagian yang diinginkan.

5.      Audio Card
Audio card berukuran kira-kira mendekati amplop bisnis. Terdiri dari pita perekam magnetic di sisi bawahnya. Secara esensial merupakan flashcard tetapi dilengkapi suara. Audio card dimasukkan ke dalam celah/lubang sebuah mesin. Audio card menggunakan system dual track yang membolehkan merekam suaranya dan memutarnya kembali untuk membandingkan dengan suara sebelum direkam. Jika suara rekaman salah maka bisa dihapus dan direkam kembali sesering yang kita inginkan.
IV. Penerapan
Media audio bisa digunakan dalam semua fase pembelajaran. Dari pendahuluan disebuah topic hingga mengevaluasi hasil belajar siswa. Untuk kelas musik, rekaman, kaset dan CD bisa digunakan untuk mengenalkan materi baru atau menyediakan musik pengiring. Suara-suara dari alat-alat musik bisa disajikan secara individu atau kombinasi. Di TK dan SD rekaman bisa digunakan untuk mengembangkan irama, menceritakan sejarah, permainan dan memperagakan sejarah/cerita/kisah atau lagu. Dalam pelajaran IPS tape recorder dapat menyajikan suara seseorang yang memiliki kisah di kelasnya dan disekolah menengah guru bisa menggunakan audio card untuk menambah kosakata.
A. Memproduksi bahan-bahan pada kaset
Siswa dan guru dapat dengan mudah menyiapkan kaset. Siswa menyiapkan kaset yang digunakan untuk pertemuan, percakapan dan buku laporan persiapan. Tape disediakan guru untuk digunakan sebagai petunjuk langsung, sebagai ilustrasi teknik kerja yang dapat digunakan kemudian. Praktek keterampilan, seperti kesimpulan/ringkasan, dapat juga menyediakan audiokaset.
Proyek terkenal di abad 21 tingkat IPS adalah rekaman cerita lisan. Siswa mewawancarai warga kota mengenai komunitas mereka. Hanya satu siswa yang mewawancarai setiap wargakota, tetapi tugas wawancara bergilir antar siswa, dan seluruh perwakilan kelas berperan dalam menentukan pertanyaan mana yang akan dipertanyakan. Persiapan untuk proyek ini, siswa mempelajari kedua sejarah nasional dan local. Rekaman dipersiapkan selama wawancara. Dalam mempersiapkan proyek ini, para siswa belajar kedua-duanya sejarah nasional dan sejarah lokal. Semua tape dipersiapkan sepanjang wawancara berlangsung diterbitkan ke dalam program untuk penggunaan dengan ilmu kemasyarakatan kelas lain dan untuk siaran oleh stasiun radio yang lokal. Audiotape proyek ini melakukan kerja rangkap dalam memberi tahu para siswa dan penduduk lokal tentang sejarah lokal dan mengumpulkan serta memelihara informasi yang sangat mungkin hilang.
Kaset Perekam dapat digunakan untuk menyajikan laporan buku. Para siswa boleh merekam buku mereka, laporan selama waktu studi di dalam media memusat atau di rumah. Laporan dievaluasi oleh guru, dan yang terbaik dijaga tersimpan di dalam pusat media. Para siswa didorong untuk mendengarkan sebelum mereka memilih buku-buku untuk dibaca. Karena laporan terbatas tiga menit, para siswa diperlukan untuk menyunting gagasan utama dari buku dan untuk mengorganisir pemikiran mereka dengan teliti. Sepanjang perekaman, mereka mempraktekkan ketrampilan berpidato mereka. Mereka didorong untuk membuat laporan untuk menggairahkan yang mungkin dapat menarik perhatian para siswa dalam membaca buku.
Alat perekam dapat digunakan untuk mengumpulkan rekaman suatu darmawisata. Ketika kembali ke kelas, para siswa dapat memutar kembali tape untuk diskusi dan tinjauan ulang. Banyak musium, observatorium, dan publik lain membolehkan pengunjung untuk merekam tentang berbagai benda pajangan, yang boleh direkam kembali untuk playback di dalam kelas.
Para siswa dapat juga merekam diri mereka menceriterakan, mempresentasikan suatu pidato, membuat musik, dan seterusnya. Mereka dapat mendengarkan tape secara pribadi atau bersama guru atau para siswa lain. Usaha awal dapat menyimpan perbandingan dengan capaian kemudiannya dan untuk penguatan pelajaran. Banyak kelompok kecil pada kelas memasukkan hasil laporan untu dipresentasikan di kelas.
Di dalam sekolah teknik kejuruan, para siswa teknologi laboratorium diajar prosedur untuk membangun alat prosthetic seperti jembatan dengan mendengarkan suatu audiotape yang disiapkan oleh instruksi mereka. Untuk lebih efektif dan efisien di (dalam) pekerjaan mereka, para siswa ini harus mempunyai kedua-duanya tangan bebaskan dan mata mereka harus focus pada pekerjaan mereka, bukan pada suatu buku teks atau manual. Audiotapes mumungkinkan para siswa untuk pindah/gerakkan pada langkah mereka sendiri, dan bebas bergerak di sekitar laboratorium dan mendiskusikan masing-masing pekerjaan siswa secara individu.
Seorang guru dengan berbagai kesulitan belajar (tetapi rata-rata kecerdasan/inteligen) menyediakan instruksi bagaimana cara mendengarkan memberi kuliah, pidato, dan presentasi lisan lain. Para siswa mempraktekan ketrampilan mendengar mereka dengan tape atau rekaman cerita, puisi, dan instruksi. tape. Setelah para siswa sudah mempraktekkan ketrampilan mendengarkan mereka di bawah arahan guru, mereka dievaluasi menggunakan suatu tape yang mereka belum mendengar sebelumnya. Para siswa mendengarkan tape selama lima menit tanpa mengambil catatan dan kemudian diberi satu rangkaian pertanyaan berhubungan dengan isi penting dari jalan lintasan.
Di dalam suatu sekolah jurusan bisnis, para siswa praktek menggunakan perintah audiotapes yang disiapkan oleh guru dan individu lain di (dalam) sekolah, seperti atasan, penasihat bimbingan, atau instruktur seni industri. Variasi suara pada tape mengijinkan para siswa untuk praktek berhadapan dengan suara berbeda, aksen, dan dikte mempercepat. Guru menggolongkan tape menurut kesukaran kata dan kecepatan rekaman. Para siswa mulai dengan tape yang gampang dan kemudian pindah ketingkat lebih sulit. Guru juga mengadakan percobaan dengan suatu alat perekam peubah kecepatan, yang mana dapat menyajikan tape yang sama kepada para siswa pada berbagai kecepatan. secara individu, para siswa menggunakan perekam yang variable-speed untuk menentukan seberapa cepat mereka dapat memahami kata dan ketelitian.
Sering terlewatkan penggunaan material audio adalah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Sebagai contoh, pertanyaan test mungkin direkam sebelumnya untuk anggota kelas untuk digunakan secara individu. Para siswa mungkin diminta untuk mengidentifikasi suara di dalam suatu perekaman (untuk menyebut nyanyian tunggal instrumen yang sedang dimainkan di dalam pergerakan berbakat musik tertentu atau untuk mengidentifikasi penggubah potongan musik tertentu ). Para siswa kelas ilmu kemasyarakatan bisa diminta untuk mengidentifikasi suara orang terkenal untuk direkam, atau mereka bisa diminta untuk mengidentifikasi periode waktu jalan wawancara mereka berdasar pada isi materi. Uji dan evaluasi di model audio untuk disesuaikan ketika mengajar dan belajar tuntuk diterapkan di dalam gaya tertentu itu .
Suatu keuntungan utama audiotapes adalah dapat dengan mudah disiapkan oleh para guru. yang diperlukan adalah suatu audiotape kosong, suatu alat perekam, dan sedikit know-how. Jika organisasi atau sekolah mu tidak mempunyai suatu perekaman studio, di sini adalah beberapa teknik [yang] gampang dan [puasa/cepat] untuk menyiapkan tape milik mu. Hasilnya mungkin tidak seperti khualitas profesional, tetapi kebanyakan instruktur sudah menemukan produk buat dengan cara ini untuk;menjadi efektif dan bermanfaat.