Kufur Nikmat - Pengertian


Kufur Nikmat

Hampir setiap kata syukur di dalam Alquran selalu disandingkan dan dilawankan dengan kata kufur. Hal ini menunjukkan bahwa jika seseorang selalu berusaha di dalam segala aktivitasnya untuk bersyukur kepada Allah SWT, maka akan dijauhkan dari kekufuran. Sebaliknya, jika tidak pernah bersyukur, maka sama dengan mendekatkan bahkan menjerumuskan dirinya ke dalam lembah kekufuran tersebut.

Allah SWT berfirman : Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian kufur kepada-Ku. (QS 2: 152). ... jika kalian bersyukur kepada-Ku, maka pasti Aku akan menambah (nikmat-Ku) kepada kamu sekalian. Tetapi jika kalian kufur kepada-Ku, maka ingatlah sesungguhnya azab-Ku sangat dahsyat. (QS 14: 7).

Kufur, yang secara etimologis berarti tertutup, yaitu tertutup dari hidayah dan kebenaran Ilahiyah. Sedangkan secara terminologis paling tidak mempunyai dua jangkauan, yaitu kufur millah (agama) dan kufur ni'mat (nikmat). Seseorang yang tidak beriman, atau mungkin awalnya Mukin dan Muslim, tetapi karena berbagai sebab, mungkin karena tidak pernah mendapatkan pendidikan agama atau terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang buruk, lalu menanggalkan keimanannya tersebut dan keluar dari ajaran Islam, maka jadilah ia orang yang kufur millah, yang akan mengalami kesesatan dan kerugian di dalam hidupnya, baik di dunia ini, apalagi di akhirat nanti.

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat. (QS 3: 90).

Sedangkan kufur ni'mat yang kadangkala banyak menghinggapi orang-orang Muslim, diindikasikan dengan tidak adanya kesungguhan untuk memanfaatkan setiap nikmat dan pemberian dari Allah SWT sesuai dengan aturan dan ketentuan-Nya. Tanah yang subur, seperti di negara kita, yang seharusnya digali dan dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat banyak, ternyata telah dikuras habis-habisan untuk kepentingan segelintir orang yang kebetulan dekat dengan lingkaran kekuasaan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.
Jika ini berlangsung terus-menerus tanpa kendali, apalagi disertai dengan perilaku korup, hipokrit, sombong, dan takabur, kezaliman dan perilaku-perilaku merusak lainnya yang sudah demikian melembaga dan seolah-olah sudah memassal pada semua lini kehidupan, maka kufur nikmat yang semacam ini, sama dengan mengundang turunnya azab Allah yang sangat dahsyat. Yaitu, kelaparan dan perasaan takut yang luar biasa, yang digambarkan Alquran seolah-olah seperti pakaian yang selalu menempel pada tubuh.

Allah SWT berfirman : Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dulunya aman lagi makmur, rezekinya datang melimpah ruah dari setiap penjuru. Tetapi, penduduknya kufur (mengingkari) nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang telah mereka perbuat. (QS 16: 112). Wallahu a'lam bis-shawab.

Share on :

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment

Silahkan ketikkan komentar anda disini